Sekelumit cerita tentang diriku, saat ini aku bingung siapa lagi teman untukku bagikan cerita dari hati, pada tuhan aku sudah mengadukan semua gelisahku, tetapi aku ingin juga membagikannya kepada seseorang.

Hal itu terus membayangi setiap langkahku melakukan segala sesuatu, di telingaku selalu kudengar berulang ulang, sangat menganggu waktu tidurku. Sambil aku duduk di kursi tua, benda mati yang menyimpan cerita di rumah ini
Aku duduk pada malam hari saat ibu sedang bertukar rindu, saling sapa dengan kakek nenekku (Orang tua ibu)

Izinkan aku menceritakan semua yang aku rasakan lewat tulisan bertinta hitam ini, tulisan ini ku buat saat Pikiranku sedang tak menentu. Izinkan aku berbagi gelisah dan keluh kesah pada lembar lembar tulisan.

Kini dunia sedang di uji oleh tuhan, berpegian keluar masuk negara, kota sudah tak semudah dulu. Bahkan yang biasa keliiling dunia menjelajahi alam, mendaki gunung – gunung tertinggi di dunia, menelusuri tempat – tempat yang tidak terjamah oleh orang lain,
Tetapi kini untuk berpegian ke satu kota saja sulit sekali.

Manusia di seluruh dunia memang sedang benar benar di uji oleh tuhan, tak ada yang tau rencana indah seperti apa lagi yang sedang di rencanakan tuhan pada seluruh makhluknya di bumi.
Entah manusia beragama, manusia atheis, manusia primitif, manusia modern, manusia dengan kekurangan (difabel). Semuanya sedang terkena ujian yang besar dari tuhan tidak ada pengecualian.

Aku percaya bahwa tuhan mempunyai rencana besar untuk seluruh umat, di kemudian hari. Dalam gelisahku ini aku hanya ingin selamat dan berhasil melewati ujian dunia. Tentu bukan karena aku yang kuat tetapi karena aku selalu berdoa kepada tuhan agar di beri kemudahan dan kelancaran.

Berkembangnya teknologi yang semakin hari semakin cepat dan semakin canggih membuat pemerintah memutuskan agar aktivitas pekerjaan sekolah dll bisa di lakukan secara Online. Sampai semua orang beramai ramai membeli hp, laptop, komputer, dan memasang wifi di setiap rumah masing masing.

Ujian yang sedang dialami adalah dengan adanya virus corona berasal dari hewan kelelawar, aku tak tahu lebih tentang virus ini. Tak berani menggurui soal virus ini yang jelas hal inilah yang membuat dunia LOCKDOWN. Membuat dunia juga berpegangan erat dengan teknologi, membuat dunia bersanding dekat dengan teknologi, membuat dunia lebih mengandalkan teknologi sekarang.

Sungguh ini sangat menyedihkan untukku tuliskan, akibat dari cobaan ini banyak nyawa yang melayang, terhitung jumlah korban sangatlah banyak, tangis istri dan anak yang ditinggalkan juga bergema di telinga. Suara rintihan kesakitan juga terdengar jelas, Suara keputusasaan selalu terdengar. Tahun 2020 – sekarang adalah tahun – tahun yang menyedihkan, penuh kesengsaraan.

Berlatih kesabaran mulai saat ini adalah sesuatu yang wajib bisa dan wajib di amalkan. Kesabaran lah yang mungkin bisa membawa dunia sedikit lebih pulih, dengan sabar juga kita semua bisa berlatih hidup normal seperti dulu, walah virus corona masih ada.

Pola hidup sehat mulai dari sekarang juga harus di latih dan wajib melakukannya.
Agar tubuh terhindar dari penyakit, bakteri, virus yang ingin menyerang
Tak perlu takut dengan wabah yang sedang terjadi, percayalah seiring jalannya waktu ujian demi ujian akan hilang dan dunia bisa normal seperti sedia kala.

Solidaritas yang tinggi antar manusia sangatlah penting untuk memulihkan dunia dari wabah yang menyengsarakan.
Banyak keputusan dadakan, sejumlah uang yang di keluarkan hanya untuk membeli obat obatan, dan membeli vitamin vitamin penambah imun tubuh. Banyak juga aturan baru di setiap negara karena ada wabah seperti ini.

Banyak karyawan di pecat karena perusahaan tak mampu membayarnya lagi, banyak juga anak anak memilih berhenti bersekolah karena tak mampu membayar wifi dan membeli kuota untuk belajar online.
Banyak pedagang gulung tikar lantaran semua orang berada di rumah dan terkena aturan lockdown yang berkepanjangan.

Seperti kota mati tak ada kehidupan, malam yang sepi kini semakin sepi dan mencekam.
Tak ada yang berlama lama di luar, karena pihak berwajib sudah berjaga jaga dan siap menangkap, menegur seseorang yang memaksa berada di luar.
Semuanya harus tetap berada di rumah masing masing agar aturan lockdown berjalan dengan lancar.

Keadaan sudah begini yang terpenting adalah kesabaran, keikhlasan, tabah, dan penuh instropeksi diri. Mendekatkan diri ke tuhan dan berserah diri, terserah tuhan apapun keputusannya pasti itu baik untuk seluruh makhluk di dunia.

Pikiran yang terjaga untuk tetap berpikir positif, hati yang tidak berprasangka, hati yang penuh rasa syukur, perbuatan dan kelakuan yang baik demi menyelamatkan dunia agar anak cucu kita menikmati dunia seperti saat kita dulu.

Ujian ini barangkali tujuannya adalah membersihkan bumi dari orang orang yang gemar bermaksiat, dan hidup seenaknya sendiri. Gemar melakukan kejahatan dimana mana, tak mengenal belas kasihan.

Selama Sang Mentari terbit dari timur, selama itu pula dunia akan baik baik saja, sinarnya selalu menghangatkan bumi, sinarnya slalu membuat makhluk hidup merasa lebih benar benar hidup, cahayanya selalu di rindukan oleh seisi dunia.

-Sang Pecinta-

Sang Mentari juga menandakan bahwa selama ada harapan untuk terus memperbaiki kesalahan, selama itu pula pasti akan menjemput sinar kebahagiaan, menerangi semua jalan yang sedang di tempuh, menghangatkan hati yang campur aduk, menyatukan visi misi untuk menyelanatkan dunia dari kesengsaraan.

Menuju keadaan damai, menuju keadaan yang normal kembali, menuju keadaan sejahtera, Menuju kemenangan yang sejati