Aku cemburu dengan seseorang yang melaksanakan tahajud, dia bercumbu mesra di sepertiga malam dengan kekasih sejati, dia menangis di hadapannya, dia merasakan keheningan malam, hanya ada dia dan sang kekasih sejati dan berkencan dengan sang kekasih sejati.
Aku cemburu dengan para pejuang shubuh, tanpa ragu dia mengalahkan kantuknya dan nikmatnya tidur di kala fajar menyapa, tanpa ada rasa goyah dia mengalahkan syaiton, lalu dia pun juga tanpa ragu melangkahkan kakinya menuju ke rumah sang kekasih sejati, dia menghirup udara segar yang tak bisa dia rasakan di waktu lain.
Aku cemburu dengan para sufi, orang orang yang tak ingin dunia dan tak ingin semua, dia tidak lengah dengan semua tipudaya duniawi, dia bisa menjaga nafsu duniawinya, Menjadikan dunia hanya untuk Beribadah kepada sang kekasih sejati, aku iri dengan semua itu.
Aku cemburu melihat mudahnya lisan seseorang dalam mengucapkan kalimat syahadat di akhir hidupnya, tak akan bisa kalimat itu di ucapkan dengan orang orang yang termakan oleh tipudaya duniawi.
Semasa hidupnya dia selalu lalai dalam beribadah, kalimat itu kalimat yang sakral, tak bisa di ucapkan kecuali oleh seseorang yang jujur dalam islamnya.
Engkaulah sebenar benarnya sang kekasih sejati, tidak tidur siang dan malam, maha pengampun bagi para hambamu ini yang penuh dengan dosa, kasih sayangnya yang begitu besar, tak ada yang bisa membalasnya.